BTemplates.com

Minggu, 20 November 2016

KEJAHATAN PERANG

Genosida dan pembersihan etnis[sunting | sunting sumber]

Tentara Austria-Hongaria mengeksekusi warga sipil Serbia saat pendudukan Mačva, 1914
Pembersihan etnis populasi Armenia di Kesultanan Utsmaniyah, termasuk deportasi dan eksekusi massal, saat tahun-tahun terakhir Kesultanan Utsmaniyah tergolong genosida.[155] Utsmaniyah memandang seluruh populasi Armenia sebagai musuh[156] yang memilih berpihak pada Rusia sejak awal perang.[157] Pada awal 1915, sejumlah warga Armenia bergabung dengan pasukan Rusia, dan pemerintah Utsmaniyah menggunakan alasan ini sebagai dasar pengesahan Hukum Tehcir (Hukum Deportasi). Hukum ini membolehkan deportasi penduduk Armenia dari provinsi-provinsi timur Kesultanan ke Suriah antara 1915 dan 1917. Jumlah pasti korban tewas tidak diketahui. Meski Balakian memberi kisaran antara 250.000 sampai 1,5 juta orang Armenia,[158] International Association of Genocide Scholars memperkirakan lebih dari 1 juta jiwa.[155][159] Pemerintah Turki dari dulu tetap menolak tuduhan genosida dengan berpendapat bahwa mereka yang tewas adalah korban peperangan antaretnis, kelaparan, atau wabah selama Perang Dunia Pertama.[160] Kelompok etnis lain yang juga diserang Kesultanan Utsmaniyah pada saat itu termasuk bangsa Assyriadan Yunani, dan sejumlah sarjana menganggap peristiwa tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemusnahan yang sama.[161][162][163]
Foto memperlihatkan penduduk Armenia yang dibunuh saat Genosida Armenia. Gambar diambil dari buku Ambassador Morgenthau's Story karya Henry Morgenthau, Sr., diterbitkan tahun 1918.[164]

Kekaisaran Rusia[sunting | sunting sumber]

Banyak pogrom terjadi seiring Revolusi 1917 Rusia dan Perang Saudara Rusia. 60.000–200.000 warga sipil Yahudi tewas dalam kekerasan yang terjadi di seluruh wilayah bekas Kekaisaran Rusia.[165]

"Pemerkosaan Belgia"[sunting | sunting sumber]

Para penyerbu Jerman menganggap perlawanan apapun—seperti menyabotase rel kereta—sebagai tindakan ilegal dan imoral, dan menembak pelanggar dan membakar bangunan sebagai balasannya. Selain itu, mereka cenderung menganggap sebagian besar warga sipil sebagai "franc-tireurs" berpotensial, dan menangkap dan kadang membunuh tahanan dari kalangan warga sipil. Pasukan Jerman mengeksekusi lebih dari 6.500 warga sipil Perancis dan Belgia antara Agustus dan November 1914, biasanya dalam penembakan warga sipil berskala besar nyaris acak yang diperintahkan oleh perwira junior Jerman. Angkatan Darat Jerman menghancurkan 15.000-20.000 bangunan—termasuk perpustakaan universitas di Louvain—dan menciptakan gelombang pengungsi sebesar satu juta orang. Lebih dari separuh resimen Jerman di Belgia terlibat dalam insiden-insiden besar.[166] Ribuan pekerja dikirim ke Jerman untuk bekerja di pabrik. Propaganda Britania yang mendramatisir "Pemerkosaan Belgia" menarik banyak perhatian di Amerika Serikat, sementara Berlin menyatakan tindakan tersebut sah dan perlu karena ancaman para "franc-tireurs" (gerilya) seperti yang terjadi di Perancis tahun 1870.[167] Britania dan Perancis membesar-besarkan laporan tersebut dan menyebarluaskannya di dalam negeri dan Amerika Serikat, tempat mereka memainkan peran besar dalam menghapus dukungan untuk Jerman.[168][169]

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I#Kejahatan_perang

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.